Tema Gambar Slide 1

Deskripsi gambar slide bisa dituliskan disini dengan beberapa kalimat yang menggambarkan gambar slide yang anda pasang, edit slide ini melalui edit HTML template.

Tema Gambar Slide 2

Deskripsi gambar slide bisa dituliskan disini dengan beberapa kalimat yang menggambarkan gambar slide yang anda pasang, edit slide ini melalui edit HTML template.

Tema Gambar Slide 3

Deskripsi gambar slide bisa dituliskan disini dengan beberapa kalimat yang menggambarkan gambar slide yang anda pasang, edit slide ini melalui edit HTML template.

Sabtu, 11 Februari 2017

Pondasi Integritas SDN 02 Jaten Unggul dalam Mutu Terpuji Karena Perilaku

PONDASI INTEGRITAS SD NEGERI 02 JATEN KABUPATEN KARANGANYAR “UNGGUL DALAM MUTU TERPUJI KARENA PERILAKU”
Sri Handayani *)
A.  PENGANTAR
Satuan pendidikan adalah tempat berlangsungnya kegiatan belajar mengajar. Belajar dan mengajar tidak hanya dimaknai sebagai kegiatan mentransfer ilmu pengetahuan dari guru kepada siswa. Berbagai kegiatan seperti membiasakan seluruh warga sekolah tentang pendidikan karakter, antara lain tentang kedisiplinan, kejujuran, saling menghormati, toleransi, bahkan membiasakan hidup bersih harus ditumbuhkan di lingkungan sekolah.
Budaya sekolah dipegang bersama Kepala Sekolah, guru, staf administrasi, dan siswa sebagai dasar dalam memahami dan memecahkan berbagai persoalan yang muncul di sekolah. Sekolah atau satuan pendidikan menjadi wadah utama dalam transmisi kultur antar generasi. Kultur sekolah berpengaruh terhadap peningkatan prestasi, motivasi siswa untuk berprestasi, serta pembentukan karakter semua warga sekolah yang ada.
Satuan pendidikan harus memiliki integriatas yang tinggi dalam membentuk budaya kultur yang positif. Kebiasaan tentang kedisiplinan, kejujuran, kerja keras, tidak gampang menyerah, dan selalu berdoa merupakan kebiasaan, nilai, dan keteladanan yang harus senantiasa dijaga dan dipegang teguh dalam kehidupan di sekolah. Agar kebiasaan-kebiasaan positif tersebut selalu terpelihara dan mendarah daging dalam diri seluruh warga sekolah yang selanjutnya diwujudkan dalam perilaku sehari-hari, dibutuhkan adanya ”sense of belonging” atau rasa memiliki terhadap sekolah. Hal ini sesuai dengan Permen 19 Tahun 2007 tentang Stantar Pengelolaan Sekolah Dasar dan Menengah sebagai berikut:
Pasal 1
(1) Setiap satuan pendidikan wajib memenuhi standar pengelolaan pendidikan yang berlaku secara  nasional
(2) Standar pengelolaan pendidikan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) tercantum dalam Lampiran Peraturan Menteri ini.

Sedangkan lampiran Peraturan Menteri itu adalah tentang visi dan misi di satuan pendidikan.
 


*) SD Negeri 02 Jaten, email: hand_sri@yahoo.com
B.  MASALAH
            Permasalahan pendidikan di Indonesia sangat komplek, bahkan sudah mendekati permasalahan yang sangat pelik. Kebobrokan mental dan karakter siswa merupakan permasalahan yang sulit diuraikan, bagaikan benang kusut yang sulit untuk ditemukan ujung dan pangkalnya. Tantangan pendidikan dewasa ini untuk menghasilkan Sumber Daya Manusia (SDM) yang berkualitas dan berkarakter semakin sulit bahkan semakin langka.
            Budaya-budaya yang lama seperti: gotong royong, harga menghargai, toleransi, dan kejujuran dianggapnya sudah kuno, sudah tidak zamannya lagi. Budaya seperti itu kini sudah luntur. Yang ada adalah bagaimana menjadikan generasi muda yang cerdas, tanggap perkembangan zaman tidak gagap teknologi. Mereka lupa bahwa pembentukan karakter itu sangat sulit dan membutuhkan waktu yang cukup lama. Mereka tidak sadar bahwa budaya yang demikian itu sebenarnya sudah dimiliki bangsa Indonesia sejak dahulu kala. Karena bangsa Indonesia ingin mencetak generasi muda yang cerdas dan tanggap dengan globalisasi. Maka mereka lupa bahwa pendidikan karakter yang sudah diwariskan nenek moyang dahulu dianggapnya kuno sehingga ditinggalkan.
            Untuk mengembalikan budaya karakter yang baik tidak seperti membalikkan telapak tangan. Pemerintah membutuhkan komitmen yang pasti dan serius. Oleh sebab itu membangun integritas di semua lini sangat dibutuhkan oleh pemerintah untuk mewujudkan tujuan bangsa Indonesia. Menciptakan masyarakat Indonesia yang adil dan makmur spiritual materiil berdasarkan pancasila agar segera terwujud. Membangun integritas di satuan pendidikan sangat tepat sasaran, karena satuan pendidikan adalah tempat dimana para generasi muda penerus bangsa menimba segala ilmu di satuan pendidikan tersebut. Mereka mendapatkan pendidikan dengan konsisten dan keteguhan yang tak tergoyahkan dalam menjunjung tinggi nilai-nilai luhur dan keyakinan. Mereka setiap harinya mendapatkan pendidikan sikap, pengetahuan, dan keterampilan oleh guru-guru yang profesional.
            Guru yang profesional tentunya berada di satuan pendidikan yang memiliki integritas tinggi di dalamnya.  Kultur sekolah sangat berpengaruh terhadap peningkatan prestasi dan pembentukan karakter yang baik peserta didik. Untuk menciptakan kultur sekolah yang positif dibutuhkan adanya kesadaran yang tinggi semua warga sekolah yang ada. Guru sebagai ujung tombak di lapangan harus mampu memberikan suri tauladan yang baik. Hal ini selaras dengan tujuan pendidikan di Indonesia sebagaimana tercantum dalam UU Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional sebagai berikut.
Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa, dan Negara.
       Namun tujuan hingga saat ini belum terealisasikan secara optimal sehingga mutu pendidikan Indonesia tergolong rendah dalam konteks nasional, regional maupun internasional. Untuk itu dikeluarkan berbagai peraturan perundangan yang terkait dengan upaya peningkatan mutu pendidikan di Indonesia, antara lain UU Nomor 14 Tahun 2005 tentang  Guru dan Dosen, PP Nomor 32 Tahun 2013, perubahan atas PP Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan dan beberapa Permendiknas sebagai pelaksanaan dari SPN antara lain, Permendiknas nomor 23 tahun 2006 tentang Standar Kompetensi Lulusan, dan Permendiknas nomor 41 tahun 2007 tentang Standar Proses yang  semuanya ditujukan untuk peningkatan kualitas pendidikan.
       Untuk meningkatkan kualitas pendidikan perlu adanya standar penilaian hasil pendidikan baik yang dilakukan oleh pendidik, satuan pendidikan, dan pemerintah. Hal ini untuk mengetahui sesuatu yang harus diperbaiki dan ditingkatkan lagi. Semuanya dilakukan semata-mata untuk mewujudkan sumber daya manusia yang bermartabat dan berkarakter sehingga dapat membuat bangsa Indonesia menjadi lebih maju sehingga tidak kalah bersaing dengan bangsa-bangsa yang maju lainnya.
       Output dari mutu pendidikan yang baik akan dapat bersaing di era globalisasi dengan mengedepankan kepribadian yang luhur. Penilaian dilakukan untuk mengetahui seberapa besar ilmu yang diserap oleh peserta didik, ini dinilai oleh peserta dididk, dan juga untuk seberapa efektif kurikulum yang diberlakukan di satuan pendidikan tersebut, juga dinilai oleh pemerintah. Satuan pendidikan harus memiliki integritas yang tinggi dalam mencapai tujuan yang diharapkan.
       Integritas adalah wujud dari keseriusan di satuan pendidikan untuk mencapai suatu tujuan. Membangun integritas di satuan pendidikan sangat dibutuhkan keseriusan, ketelatenan, dan berkesinambungan. Satuan pendidikan membutuhkan trik-trik atau cara-cara tertentu untuk mencapai tujuan tersebut. Oleh sebab itu seluruh stake holder sekolah harus mampu menyambut tantangan dengan menyiapkan diri sebaik mungkin. Baik kepala sekolah, guru, tenaga administrasi, petugas perpustakaan, bendahara, tenaga kebersihan, bahkan komite sekolah, dan Paguyupan Orang tua siswa (POM) harus dipersiapkan mencapai tujuan akhir pendidikan yang diharapkan oleh satuan pendidikan.
       Dalam rangka mencapai tujuan akhir pendidikan yang diharapkan oleh satuan pendidikan, maka SD Negeri 02 Jaten merasa perlu untuk menjawab tuntutan di era globalisasi tersebut. SD Negeri 02 Jaten melakukan berbagai kegiatan untuk memberikan pembekalan dalam rangka peningkatan profesionalisme seluruh stake holder sekolah. Bahkan yang paling penting adalah pembentukan karakter peserta didik yang semakin langka pada saat ini. SD Negeri 02 Jaten berusaha untuk menghasilkan out put “ Unggul dalam Mutu Terpuji karena Perilaku”.
       “ Unggul dalam Mutu Terpuji karena Perilaku”, merupakan integritas SD Negeri 02 Jaten yang harus dilakukan seluruh stake holder yang ada, untuk dijadikan budaya serta iklim di satuan pendidikan. Karakter dan kepribadian yang telah dimiliki dan diciptakan di SD Negeri 02 Jaten harus dipertahankan dan diimplementasikan secara sunguh-sungguh dan berkelanjutan  demi mewujudkan visi dan misi serta tujuan di SD Negeri 02 Jaten.
C. PEMBAHASAN DAN SOLUSI
SD Negeri 02 Jaten dalam mewujudkan integritas perlu adanya kurikulum yang tepat, peraturan akademik harus ditegakkan, serta stake holder yang ada harus komitmen bersama-sama. Kurikulum SD Negeri 02 Jaten mencakup sikap (afektif), ketrampilan (psikomotor), dan pengetahuan (kognitif). Untuk pendidikan dasar bertujuan meletakkan dasar kecerdasan, pengetahuan, kepribadian, akhlak mulia, dan ketrampilan sebagai bekal untuk hidup mandiri serta menempuh pendidikan yang lebih tinggi. Dengan demikian Kurikulum merupakan acuan mewujudkan sekolah yang efektif, produktif, dan berprestasi. Kurikulum SD Negeri 02 Jaten, Kabupaten Karanganyar dikembangkan sebagai perwujudan komitmen bersama, karena disusun oleh satu tim penyusun yang terdiri dari unsur sekolah dan komite sekolah.
Kurikulum ini merupakan sebuah dokumen yang akan diimplementasikan sebagai panduan proses pembelajaran, di dalam kelas maupun di luar kelas. Sehingga pembelajaran berlangsung secara efektif dan efisien yang mampu membangkitkan aktivitas sekaligus kreatifitas peserta didik. Dalam hal ini para pelaksana kurikulum dituntut untuk melaksanakan sesuai dengan karakteristik SD Negeri 02 Jaten,  Kecamatan Jaten, Kabupaten Karanganyar yang merupakan daerah pertanian, industri dan pariwisata. Para pendidik diharapkan menciptakan suasana pembelajaran aktif, inovatif, kreatif, efektif, dan berdaya guna bagi peserta didik.


 
Kurikulum SD Negeri 02 Jaten disusun bertujuan:
1.    Menjadikan Kurikulum yang sesuai dengan potensi daerah, sosial budaya masyarakat, dan peserta didik.
2.    Sebagai acuan dalam melaksanakan pembelajaran di sekolah.
3.    Menciptakan suasana pembelajaran di sekolah yang bersifat mendidik, mencerdaskan, dan mengembangkan kreativitas peserta didik.
4.    Menciptakan pembelajaran efektif, demokratis, menantang, menyenangkan, dan mengasikkan.
5.    Mempersiapkan insan Indonesia untuk memiliki kemampuan hidup sebagai pribadi dan warganegara yang produktif, kreatif, inovatif, dan afektif serta mampu berkontribusi pada kehidupan bermasyarakat, berbangsa, bernegara, dan peradaban dunia.
Visi SD Negeri 02 Jaten adalah: “Unggul dalam Mutu Terpuji karena Perilaku”. Dan diuraikan pula dalam misinya, sebagai berikut:
1.    Melaksanakan pembelajaran yang berkualitas untuk meningkatkan mutu pendidikan .
2.    Melaksanakan aktivitas yang berorientasi pada teknologi informasi dan komunikasi namun tetap mengedepankan akar budaya bangsa Indonesia yang santun.
3.    Membangun sikap berperilaku siswa yang aktif, kreatif, cerdas, mandiri, dan baik demi meningkatkan ketakwaan dan keimanan kepada Tuhan Yang Esa.
4.    Meningkatkan ketaqwaan dan keimanan kepada Tuhan Yang Maha Esa
5.    Berkarakter Bangsa, berlaku sopan, jujur, adil dan berbudi luhur
6.    Berbakti kepada guru, orang tua dan sesamanya
7.    Menegakkan disiplin waktu dan taat tertib yang berlaku
8.    Membentuk siswa aktif, kreatif, cerdas dan mandiri
9.    Meningkatkan mutu pendidikan berorientasi pada informasi teknologi yang tetap mengedepankan akar budaya bangsa Indonesia.
10. Menjalin kerja sama dengan pihak-pihak terkait demi kelancaran Kegiatan Belajar Mengajar (KBM).
            Tujuan pendidikan tingkat satuan pendidikan dasar mengacu pada tujuan umum pendidikan dasar yaitu meletakkan dasar kecerdasan, pengetahuan, kepribadian, akhlak mulia, serta ketrampilan untuk hidup mandiri dan mengikuti pendidikan lebih lanjut. Sedangkan secara khusus, sesuai dengan visi dan misi sekolah maka tujuan SD Negeri 02 Jaten. pada Tahun pelajaran 2016/2017 sekolah mengantarkan peserta didik untuk:
1.    Mengoptimalkan proses pembelajaran dengan pendekatan yang berpusat pada siswa (student centered learning), antara lain CTL, Pakem, serta layanan Bimbingan dan Konseling.
2.    Memperoleh kejuaraan lomba siswa berprestasi, olympiade sains, festival kreatifitas siswa baik di tingkat kecamatan, kabupaten, maupun provinsi.
3.    Melestarikan budaya daerah melalui mulok Bahasa Jawa dengan indikator 80 % siswa mampu menggunakan bahasa Jawa sesuai konteks.
4.    Menjadikan 80% siswa memiliki kesadaran terhadap kelestarian lingkungan hidup di sekitarnya.
5.    Memiliki jiwa cinta tanah air dan berkepribadian yang kuat yang diinternalisasikan lewat kegiatan pramuka.
6.    Mewujudkan Visi dan Misi sekolah
7.    Meningkatkan kegiatan belajar mengajar yang berkualitas
8.    Mempersiapkan siswa dalam melanjutkan pendidikan yang lebih tinggi diterima di SMP Negeri 100 %
9.    Mempersiapkan siswa sebagai bagian dari anggota masyarakat yang mandiri dan bermanfaat
10. Menjadikan anak berjiwa nasionalisme, berkarakter bangsa,  membiasakan anak berbahasa Indonesia dengan baik dan benar pada setiap hari Senin dan Selasa.
11. Mewujudkan perilaku siswa dalam melestarikan budaya daerah melalui mulok bahasa daerah serta membiasakan anak bersopan santun dengan berbahasa jawa setiap hari Rabu dan Kamis
12. Membekali anak menghadapai era globalisasi dengan membiasakan ”Habited English Day”  berbahasa Inggris pada setiap hari jumat dan sabtu.
13. Membekali anak menghadapi era globalisasi dan modernisasi tetapi tetap berbudaya dengan memperkenalkan anak kecanggihan teknologi informatika dengan membuka informasi lewat internet melalui pembelajaran TIK.
            Pengembangan diri adalah kegiatan  yang  bertujuan memberikan kesempatan kepada peserta didik  untuk  mengembangkan  dan  mengekspresikan diri  sesuai dengan  kebutuhan, bakat, minat,  setiap  peserta  didik  sesuai  dengan  kondisi  sekolah .
1. Jenis Kegiatan
Kegiatan pengembangan diri dilaksanakan agar tujuan dari visi dan misi sekolah      dapat tercapai secara maksimal.
a.    Kegiatan pengembangan diri dilaksanakan secara spontan dan terprogram antar lain : kerja bakti, bakti sosial, ta’ziah, kunjungan terhadap teman yang sakit infak /peduli sosial dan lain-lain.
b.    Kegiatan pengembangan diri secara rutin kelas I s/d kelas VI.
Ø  Pembiasaan hormat bendera selum pembelajaran dikelas.
Ø  Pembiasaan 5 S ( senyum, sapa, salam, salim, dan santun )
Ø  Pembiasaan menjaga kebersihan dan membuang sampah ditempatnya.
Ø  Menyayikan lagu-lagu nasional menjelang dan setelah selesai pelajaran.
Ø  Melaksanakan upacara bendera pada hari Senin dan/atau tanggal 17 .
Ø  Melaksanakan kegiatan senam bersama setiap hari Jum’at.
Ø  Melaksanakan kegiatan Jum’at bersih.
Ø  Melaksanakan kegiatan gosok gigi, cuci tangan, potong kuku tiap hari Sabtu.
Ø  Melaksanakan kebersihan lingkungan kelas setiap hari sesuai jadwal  piket.
Ø  Mengucapkan salam, menyapa dengan spontan kepada guru / teman.
Ø  Berpakaian seragam secara lengkap sesuai tata tertib sekolah.
Ø  Merayakan hari besar agama.
Ø  Gerakan Literasi Sekolah adalah membiasakan membaca 15 menit sebelum pelajaran dimulai.
c.    Kegiatan pengembangan diri yang dilaksanakan secara terprogram melalui kegiatan ekstrakurikuler, meliputi aspek pembinaan sikap ilmiah, pembiasaan spiritual, aspek kemandirian, aspek kesopanan, dan aspek bimbingan belajar / konseling.
Kegiatan kelas I s/d kelas VI meliputi program wajib dan pilihan.
Program Wajib: Pramuka
Bertujuan untuk:
Ø  Sebagai pembentukan perilaku disiplin dan santun
Ø  Sebagai wahana  siswa  untuk  berlatih  berorganisasi
Ø  Melatih  siswa  untuk  trampil  dan  mandiri
Ø  Melatih  siswa  untuk  mempertahankan  hidup
Ø  Memiliki  jiwa  sosial  dan peduli  kepada  orang  lain
Ø  Memiliki  sikap  kerja  sama  kelompok
Ø  Dapat  menyelesaikan  permasalahan  dengan  tepat dan cepat
Program Pilihan:
1.    Kesenian
           Bertujuan untuk:
Ø  Mengembangkan bakat dan minat siswa
Ø  Melestarikan budaya bangsa sebagai akar budaya nasional
2.    Olah Raga
           Bertujuan untuk:
Ø  Melatih/mengembangkan bakat dan minat siswa
Ø  Melatih untuk berorganisasi
3.    Bahasa Inggris
           Ekstrakurikuler Bahasa Inggris.
           Tujuan:
Ø  Mengembangkan  kompetensi ketrampilan berbahasa  Inggris   sebagai
          bahasa internasional.
4.    Teknologi Informatika
          Ekstrakurikuler pilihan  sekolah adalah Teknologi Informatika.  
          Tujuan :
Ø  Memberikan dasar  kompetensi  kecakapan  hidup  yang sesuai dengan
          tuntutan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.
5.    Baca Tulis Al Quran
          Tujuan:
Ø  Mengembangkan potensi keterampilan membaca dan menulis bahasa Arab.
Ø  Meningkatkan keimanan dan ketakwaan terhadap agama islam.
Pendidikan kecakapan hidup dalam pengembangannya terintregrasi dengan semua Muatan Pelajaran. Aspek kecakapan hidup yang dikembangkan meliputi kecakapan hidup personal dan sosial.
1.  Kecakapan hidup personal
a.    Kesadaran diri: Jujur, disiplin, kerja keras, ulet, bertanggungjawab, toleransi, suka menolong, rela berkorban, peduli terhadap diri dan orang lain, peduli lingkungan.
b.    Kecakapan berpikir. Cakap mencari informasi melalui kegiatan membaca, observasi, bertanya, menulis, bercerita melalui kegiatan program membaca.
2.  Kecakapan Sosial
a.    Kecakapan berkomunikasi secara lisan dan tertulis.
b.    Kecakapan bekerja sama dan saling menghargai.
Kurikulum Sekolah Dasar Negeri 02 Jaten ini diharapkan dapat dilaksanakan dengan secara maksimal, sehingga kegiatan belajar mengajar menjadi lebih bermakna, menantang, kreatif, efektif, dan menyenangkan sehingga memiliki daya guna bagi peserta didik untuk menempuh pendidikan selanjutnya atau kelak terjun ke masyarakat.
D. KESIMPULAN DAN HARAPAN PENULIS
Kesimpulan dari penelitian ini adalah budaya dan iklim sekolah bukanlah suatu sistem yang lahir sebagai aturan yang logis atau tidak logis, pantas atau tidak pantas yang harus dan patut ditaati dalam lingkungan sekolah, tetapi budaya dan iklim sekolah harus lahir dari lingkungan suasana budaya yang mendukung semua pihak melaksanakan dengan penuh tanggung jawab, rela, alami, dan sadar bahwa apa yang dilakukan muncul dengan sendirinya tanpa harus menunggu perintah atau tekanan dari manapun ataupun kepala sekolah sebagai atasan dari satuan pendidikan. Semua pihak yang ada di satuan pendidikan melakukan secara spontanitas berdasarkan kata hati karena didukung iklim lingkungan yang menciptakan kesadaran kita dalam lingkungan sekolah.
Pemahaman bahwa budaya dan iklim sekolah mempunyai sifat yang sama, tidak berarti bahwa tidak akan terdapat sub-budaya di dalam budaya sekolah. Oleh karena itu budaya yang terbentuk dalam lingkungan satuan pendidikan merupakan karakteristik sekolah adalah budaya dominan atau budaya yang kuat, dianut, diatur dengan baik, dan dirasakan bersama secara luas. Makin banyak warga sekolah yang menerima nilai-nilai budaya karakter, menyetujui gagasan berdasarkan kepentingan dan merasa sangat terikat pada nilai yang ada maka makin kuat budaya tersebut. Karena para warga sekolah memiliki pengalaman yang diterima oleh semua stake holder yang ada di satuan pendidikan. Hal ini bukan berarti bahwa warga sekolah yang stabil memiliki budaya yang kuat, karena nilai inti yaitu budaya karakter dari budaya-budaya yang ada di satuan pendidikan harus dipertahankan dan dijunjung tinggi.
Untuk menciptakan budaya sekolah yang kuat dan positif perlu dibarengi dengan rasa saling percaya dan saling memiliki. Memerlukan perasaan bersama, intensitas perlu adanya kontrol perilaku individu dan kelompok serta memiliki satu tujuan dalam menciptakan perasaan dalam satu visi, misi, dan tujuan sekolah. Adapun manfaat yang diperoleh dengan adanya budaya dan iklim sekolah yang kuat, kondusif, dan bertanggung jawab adalah:
a.  Menjamin kualitas kerja yang baik.
b.  Membuka seluruh jaringan komunikasi dari segala jenis dan level baik komunikasi vertikal maupun horisontal.
c.   Lebih terbuka dan transparan.
d.  Menciptakan kebersamaan dan rasa saling memiliki yang tinggi.
e.  Meningkatkan solidaritas dan rasa kekeluargaan.
f.    Meningkatkan kepuasan kerja.
g.  Meningkatkan kedisiplinan.
h.  Muncul keinginan selalu ingin berbuat.
i.    Selalu belajar dan berprestasi.
j.    Selalu ingin memberikan yang terbaik bagi sekolah, keluarga, orang lain, dan diri sendiri.
Dengan terciptanya budaya dan iklim yang kondusif di satuan pendidikan maka tantangan pendidikan dewasa ini untuk menghasilkan Sumber Daya Manusia (SDM) yang berkualitas dan berkarakter semakin sulit bahkan semakin langka pasti akan bias segera terselesaikan. Dan benang kusut yang tidak bisa diurai, maka dengan keteguhan dan berkelanjutan akan dapat terurai dengan baik.
Harapan penulis jika semua satuan pendidikan yang ada di Indonesia bersama-sama membangun integritas yang baik melalui seperangkat kurikulum yang tertata dengan baik dan diimplementasikan dengan sungguh-sungguh sesuatu yang sulit akan menjadi mudah. Kekonsistenan dan keteguhan yang tak tergoyahkan dalam menjunjung tinggi nilai-nilai luhur budaya bangsa Indonesia harus kita wujudkan.
“Memberi teladan itu mudah tetapi menjadi teladan itu tidak mudah”, (M. Furqon Hidayatullah). Mari kita memulainya dari kita sendiri. Kebanyakan orang gagal meraih cita-citanya bukan karena tidak mampu, karena tidak berkomitmen. (Zig Ziglar). Untuk itu komitmen integritas satuan pendidikan sangat dianjurkan agar tujuan dan cita-cita bangsa Indonesia, untuk mewujudkan generasi penerus yang cerdas dan berkarakter segera terwujud.











DAFTAR PUSTAKA
                       
Ahmad Sjaujah. 1994. Petunjuk Pelaksanaan Proses Belajar Mengaajar Pendidikan Dasar. Jakarta: Balai Pustaka.
Aunurrahman. 2009. Belajar dan Pembelajaran. Bandung: Alfabeta.
Dimyati dan Mudjiono. 2006. Belajar dan Pembelajaran. Jakarta: PT Rineka Cipta.
Gulo, W. 2005. Strategi Belajar Mengajar. Jakarta : PT. Grasindo.
Hadi Sutrisno. 1982. Metodologi Research Pendidikan. Yogyakarta: Fakultas Psikologi Universitas Gajah Mada.
Lalu Sumayang.2003. Manajemen produksi dan Operasi. Jakarta : Salemba Empat
Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan
Permendiknas Nomor 41 Tahun 2007 tentang Standar Proses Untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah.
Melvin L, Silberman. 2004. Active Learning: 101 Cara Belajar Aktif. Bandung: Falah Production.
M. Furqon Hidayatullah.2009. Guru  Sejati Membangun Insan Berkarakter Kuat dan Cerdas. Surakarta: Yuma Pustaka.
Moleong. 2004. Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung : PT. Remaja Rosdakarya.
Mulyasa, D. 2005. Menjadi Guru Profesional Menciptakan Pembelajaran Kreatif dan Menyenangkan. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya.
Suparlan. 2004. Mencerdaskan Kehidupan Bangsa dari Konsepsi sampai dengan Implementasi. Yogyakarta: Hikayat Publishing.
Syaiful Bahri Djamarah dan Aswan Zain. 2002. Strategi Belajar Mengajar. Jakarta: PT Rineka Cipta.
Syaiful Sagala. 2005. Konsep dan Makna Pembelajaran. Bandung: Alfabeta.
Undang-Undang RI Nomor 20 Tahun 2003. Sistem Pendidikan Nasional. Jakarta. CV Eko Jaya.
Undang-Undang RI Nomor 14 Tahun 2005 tentang  Guru dan Dosen
Wina Sanjaya. 2007. Strategi Pembelajaran Berorientasi Standar Proses Pendidikan. Jakarta: Kencana.
             ___. 2006.  Peraturan Menteri Pendidikan Nasional No. 22 Tahun 2006 tentang Standar Isi. Jakarta: Depdiknas.

             ___. 2006. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional No. 23 Tahun 2006 tentang Standar Kompetensi Lulusan. Jakarta: Depdiknas.

Kamis, 09 Februari 2017

PRESTASI SDN 02 JATEN








JUARA LCC TINGKAT KECAMATAN JATEN






LABEL SAGUSABLOG


SHARING AND GROWING TOGETHER

BY 

SRI HANDAYANI, S.Pd., M.Pd.

Senin, 06 Februari 2017

BIMBINGAN BELAJAR

TELAH HADIR BIMBINGAN BELAJAR        DI KOTA ANDA!!!!!
3 BAHASA (Indonesian, English, & Arab)



Bimbingan Belajar Terlengkap & Terjangkau....
dijamin putra-putri kesayangan anda           nyaman belajarnya
Fasilitas:
  • Ruangan AC
  • Guru berpengalaman
  • Mengajar dengan 3 bahasa (Indonesia, Inggris, dan Arab)
  • Taman bermain yang menyenangkan
  • Selanjutnya informasi selengkapnya hub: 085201325871/ 081329023326

IGI DAN PRESTASIKU

IKATAN GURU INDONESIA (IGI) MENDUKUNG PRESTASIKU
(SRI HANDAYANI, S.Pd.,M.Pd.)


Tahun 2014 adalah tahun keberuntungan bagi diriku. Dimana tahun itu adalah penuh berkah yang aku dapatkan. Tersaring secara online Instruktur nasional dari Kemendiknas, aku sangat bangga karena portofolio se-Indonesia satu-satunya guru SD di Kabupaten Karanganyar yang terjaring hanyalah aku, dan pengawas SD hanya satu, dan guru SMP juga satu. Walaupun aku tidak diajukan lewat UPT PUD, NFI, dan SD Kecamatan, maupun lewat Disdikpora Kabupaten. Dan tahun itu pula aku diajukan guru berprestasi dari SD ku ke tingkat kecamatan, dan alhamdulillah aku tidak mengecewakan sekolah yang mewakilkan diriku, akhirnya aku maju ke tingkat kabupaten. Namun aku maju ke tingkat persiapan kurang maksimal karena bersamaan aku diklat Instruktur Nasional di LPMP Jawa Tengah. Bersamaan aku diklat di LPMP maka aku tetap berangkat dari LPMP Jateng, yang tempatnya lumayan jauh dari Kabupaten Karanganyar.

Subuh aku berangkat dari Semarang menuju Kabupaten Karanganyar, akhirnya pukul 07.30 aku sampai di tempat dimana lomba Guru Teladan dilaksanakan. Sampai di sana upacara pembukaan akan dimulai. Bismillahirrohmanirrohim aku lomba dengan semangat walaupun kurang persiapan. Astofirrullah aku lupa membawa alat tulis, maka teman di sebelah kursiku dengan baik hati membagi pensil dan penghapusnya untuk kami berdua. Saat itu tes tertulis, presentasi, dan wawancara. Presentasi dan wawancara di bagi dua tahap, hari ini dan besuknya. Kebetulan aku nomor 11 berarti jadwalku besuk. Itu tidak mungkin karena aku hanya diberi izin sehari. Kuberanikan diriku bertanya kepada juri, “apakah aku diperbolehkan presentasi dan wawancara hari ini juga?”, syukur alhamdulillah jurinya sangat baik dan aku diizinkan, dan jurinya menyuruh aku harus segera kembali ke LPMP.

Aku kembali ke LPMP Jawa Tengah dengan hati tenang, karena aku dapat menjalankan tugas ke dua-duanya dengan lancar. Mengenai hasil aku serahkan kepada Allah SWT. Kalau memang itu kehendak-Nya tiada seorangpun yang dapat menghalangginya. Tapi rasanya itu tidak mungkin karena aku kurang persiapan. Akhirnya sampailah sudah di LPMP Jawa Tengah. Kembali aku berkonsentrasi untuk mendapatkan kebijakkan baru tentang Kurikulu 2013. Banyak sekali ilmu yang aku dapat dari sana. Kesibukkan semakin hari semakin banyak, karena selain banyak tugas yang aku selesaikan, aku juga menjadi ketua kelas. Aku mendapat sebutan Bu Lurah dari kelas 4.
Dalam kesibukakkanku aku dikagetkan dari temanku, katanya dia dapat SMS dari temannya bahwa temannya itu juara Guru Teladan ke dua, dia itu yang meminjami alat tulis buatku kemarin waktu lomba. Ya wajar dia persiapannya sangat bagus, temanku yang dapat SMS tadi mengejutkanku kembali, ternyata yang juara satu adalah diriku. Aku tidak percaya, aku tidak yakin pasti dia berbohong. Ternyata setelah aku dilihatkan SMSnya, aku baru percaya bahwa ada rekap juara dan nilai yang diperlihatkan kepadaku. Aku sujut dan syukur bahwa semua itu atas kuasa-Nya. Aku meraih dua-duannya. Semua kujalani dengan iklas dan bismillahirrohmanirrohim.

Mengapa aku cerita kisahku di atas, karena peningkatan guru itu sangat penting sekali. Selama ini aku sulit mendapatkan kesempatan itu. Dan selama ini aku mendapatkan karena aku suka di dunia maya yaitu dari internet. Padahal tidak semua guru SD seperti aku mengenal dunia tersebut. Kebanyakan dari mereka malas dan mengganggapnya dia tidak mampu bahkan dia sudah berada di jalur nyaman. Padahal tidak demikian ilmu semakin berkembang dengan teknologi yang terus berkembang dan semakin modern. Aku merasa bahwa selama aku menjadi guru belum mendapatkan pelayanan dari pemerintah yang maksimal.

Bel berdering dari seseorang yang belum pernah aku kenal sebelumnya.   HP aku angkat, di seberang sana ada suara merdu merayu. Dia memang perayu yang dahsyat. Dia memperkenalkan panjang lebar. Dalam hatiku ini orang sangat lincah sekali berbicara. Dia banyak bercerita tentang IGI. Aku bertanya, “ IGI...? Apakah IGI itu. IGI adalah Ikatan Guru Indonesia, aku semakin penasaran dengan namanya IGI. Kok, sepertinya IGI ini adalah aku banget. Mengapa selama ini aku tidak mengenalnya. Semakin penasaranku menjadi- jadi, langsung ku selancar ke dunia maya. Aku cari, aku cermati, aku pahami. Luar biasa program, visi misi, dan tujuannya. Yang paling tergiang di angganku adalah Sharing dan Growing together.

Dihari berikutnya aku di undang untuk menghadiri pembentukan Pengurus Daerah Ikatan Guru Indonesia Kabupaten Karanganyar. Atau yang disebut PD IGI Kabupaten Karanganyar. Tanpa ragu-ragu aku memberanikan diri ditunjuk menjadi Ketua 1 PD IGI Kabupaten Karanganyar, yang ketua umumnya adalah dari SMAN 1 Karanganyar, yaitu Bapak Giyato, S.Pd., M.Pd. dan sekretarisnya Ibu Hidayati, S.Pd., M.Pd. yang dulu mengebelku. Setelah terbentuk pengurus inti kemudian kami beraudensi dengan Bupati Kabupaten Karanganyar, yaitu Bapak H. Drs. Juliatmono, M.M., beliau sangat mendukung kegiatan IGI, beliau menginginkan bisa meningkatkan kompetensi guru di Kabupaten Karanganyar. Setelah itu kami menyelenggarakan berbagai kegiatan, seperti Seminar Nasional tentang kegiatan menulis bagi guru, workshop pembuatan PTK, dan pembuatan karya inovatif berbasif TI. Para peserta sangat antusias mengikuti kegiatan yang diselenggarakan oleh IGI. Mereka selama ini ingin meningkatkan kompetensinya, namun blom ada wadah yang menampungnya. Kini mereka merasa bahwa IGI lah yang selami ini dia cari.

IGI datang untuk peningkatan guru-guru dari tingkat Paud sampai dengan SMA/SMK. Kini IGI ditengah-tengah mereka siap untuk meningkatkan kompetensinya. Sungguh luar biasa perkembangan IGI. Sagusablog (Satu guru satu blog), Sagusaku (Satu guru satu buku), Sagusanov (satu guru satu inovasi), Sagusatab (satu guru satu tablet), dan masih banyak sekali. Benar-benar IGI hadir untuk kepentingan guru, memajukan dunia pendidikan yang ada di Indonesia. Bahkan sekarang sudah mengakar dan beranak pinak dari seluruh pelosok negeri ini. Telah terbentuk per mata pelajaran. IGI PAUD (Ikatan Guru Paud), IGKSD (Ikatan Guru Kelas Sekolah dasar), serta IGMP (Ikatan Guru Mata Pelajaran).


Selama menjadi bagian dari IGI, banyak sekali aktivitas yang dahulu jauh dari angganku. Kini aku dapat mengembangkan sayapku kemana aku akan pergi, dimana aku beraktivitas tingal kemauan kita, semua ada di IGI. Tinggal kita mau meningkatkan kompetensi kita sebagai guru atau tidak. Aku bersama orang-orang hebat, semua mempunya talenta masing-masing. Semua guru-guru yang hebat. Sungguh lengkap hidupku berada diantara orang-orang hebat. Mereka hebat tetapi tidak merasa hebat, mereka semua luar biasa. Visi dan misi SHARING AND GROWING TOGETHER memang benar-benar ada dan nyata. IGI small but Giant. Hidup IGI dan Hebat guru Indonesia.